Nama                         : Akhmad Jaiz Qurtubi

Nim                             : 58320114

Fakultas                     : syariah

Jurusan / semester     : mepi 1/4

Mata kuliyah             :ilmu mawaris

KEDUDUKAN FARAIDL (HUKUM WARIS ISLAM)

DALAM HUKUM WARIS DI INDONESIA

Melalui pasal 11 aturan perlihan undang-undang dasar , yang berbunyi :

“segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku , selama belum di adakan yang baru menurut undang-undang dasar ini.

 

Dan melalui pasal 1432 UUD .sementara tahun 1950 ,pasal 192 ayat 1 undang-undang dasar RIS ,pasal 11 aturan peralihan perundang-undangan dan ketentuan tata usaha pada zaman hindia belanda tetap berlaku dan tidak berubah ,selama dan sekedar perturan-peratiran dan ketentuan-ketentuan itu tidak di cabut atas kuasa undang-undang dasar.

 

Di antara sekian banyak peraturan perundang-undangan pada zaman belanda yang masih berlaku sampai sekarang ialah pasal 163 yang membagi rakyat Indonesia menjadi 3 (tiga)

1.golongan eropa

2.golongan Indonesia asli (peribumi)

3.golangan timur asing

 

Yang termasuk gongan eropa ialah:

a.semua orang belanda

b.semua orang yang bersal dari eropa selain belanda

c.semua orang jepang

d.semua oaring yang yang bersal dari tempat lain yang negaranya tunduk kepada hukum keluarga yang pada pokoknya berdasarkan asa yang sama seperti hukum belanda .

e.anak sah atau yang di akui menurut undang-undang dan keturunan selanjutnya dari orang-orang yang di maksud.

 

Untuk golongan eropa ini di perlakukan hukum perdata barat yang berbentuk tertulisdan di kodifikasikan oleh B.W.(burgerlijk wetboek / kitab undang-undang hukum perdata), yang di dalamnya terdapat hukum waris dan wetboek van kovenhandel ( kitab undang-undang hukum dagang), yang keduanya adalah merupakan hukum perdata di negri belanda.

 

Sedangkan untuk golongan Indonesia (pribumi) maka diperlukan hukum adat .melalui pasal 131 , ayat 6, maka hukum perdata dan hukum dagang bagi Indonesia asli adalah hukum adat, sebagaimana da katakana dalam pasal 75 tahun 1854 yang menyatakan , bahwa sekedar undang-undang bagi bangsa eropa tidak diperlakukan oleh gubernur jenderal.

 

 

 

 

Untuk golongan timur asing di bagi menjadi dua golongan yaitu:

 

a.timur asing thionghoa

b.timur asing bukan thionghoa, misalnya orang arab,India ,Pakistan, dan sebagainya.

 

Untuk orang asing tionghoa hukum perdata pada pokoknya di perlakuka hukum perdata barat dengan penyimpangan beberapa titeldari B.W. sedang untuk orang timur asing bukan tionghoa di perlakukan hukum perdata barat dalam hal hukum kekayaan (vermogen rech) sedang untuk hukum perorangan , hukum keluarga dan hukum waris mereka tunduk kepada hukumnya sendiri yang berasal dari Negara asalnya.

 

Sebagi mana di katakana di atas, bahwa orang Indonesia asli (buni putera) di perlakukan hukum adat dalm masalah hukum perdata, yang hukum perdata itu tidak tertulis yang semenjak dahulu telah berlaku di dalam masyarakat.hukum perdata ini bersifa prularis yang membagi-bagi seluruh Indonesia menjadi 19 lingkaran hukum yaitu daerqah-daerah diman garis besar, corak dan sifetnya hukum adat ialah seragam. Dan tiap-tiap hukum di bagi dalam kukuhan hukum sehingga dengan demikian hukum perdata adat pun bermacam-macam ragamnya.

 

Dari urian tersebut, maka hukum waris (yang merupakan hukum perdata) yang berlaku di indoesia adalah bermacam-macam yang dapat di bagi manjadi tiga macam yaitu:

 

1.yang di atur dalam B.W. (KUH perdata) untuk golongaqn eropa dan tionghoa.

2.hukum-hukum waris dari golongan timur asing selain tionghoa, termasuk di sini bangsa-bangsa yang kebanyqakan beragama islam seperti arab,Pakistan, Persia, dan sebagainya.

 

c.hukum waris adat, yang bermacam-macam bentuknya

kemudian timbul pertanyaan di mana letaknya faraidl /hukum waris menurut agama islam bagi rakyat Indonesia yang beragama islam ? dalam hal ini akan saya uraikan.

 

Jauh sebelum bangsa belanda datang di Indonesia rakyat Indonesia sudah banyak yang memeluk agama islam bahkan kerajaan-kerajaan islam sudah lahir seperti kerajaan samudra pasai, demak, banten, dan lain-lain. Agama islam datang tidak saja memberi ajaran-ajaran tentang keimanan dan ibadah kepada tuhannya, yang memberi pengaruh kepada sikap dan aklaq bangsa, tetapi juga memberikan ajaran-ajaran syariat /hukum yang mereka laksanakan dengan penuh ketaatan baik mengenai masalah perkawinan, warisan, dan masalah-masalah lainnya. Pada zaman sultan agung yang bergelar sayidin panatagama”pengatr agama, beliau merubah pengadilan pradhoto (perdata) yang tadinya di pegang oleh raja pribadi di ubah menjadi pengadilan surambi (serambi adalah bagin depan dari masjid), yang di pimpin oleh penghulu di dampingi oleh beberapa alim ulama sebagai anggota majlis pengadilan itu. Pada asalya raja yang memegang pengadilan ini; tetapi dalam praktek sultan agung tidak pernah memberikan putusan yang menyimpang

atau berlainan dengan pengadilan surambi, sehingga pengadilan surambi ini besar sekali pengaruhnya terhadap rakyat.sedang perkara-perkara nikah thalak, ruju,;warisan, cukup di serahkan kepada kaum, khususnya kepada penghulu sebagai pemimpin kaum dan pemuka agama tidak di ajukan kepada pengadilan serambi. Karena kesalahan pengertian pemerintah hindia belanda terhadap pengadilan surami ini, yang personalia dan tempat pengadilan sama dengan perkara nikah, thalaq, waris dan sebagainya yakni sama-sama di adili penghulu sebagai pemuka agama dengan nasehat dari para alim ulama sehingga di sangkanya orang-orang outsiders ikut-ikut mengadili, maka belanda berusaha menghilangkan campur tangan penghulu dan lain-lain pejabat kaum dalam urusan pengadilan

 

Dengan di keluarkannya firman raja tanggal 19 januari 1882 maka pada tiap-tiap landrad di jawa dan  madura di adakan” priesteraad” dengan tujuanmenggantikan pengadilan surambi dalam masalah hukum perdata. Karena agama islam tidak mengenal priesterchap seperti agama Kristen dan menuerut hukum islam perkara-perkara yang termasuk kekuasaan pengadilan agama tidak di adili olehn suatu majlis pengadilan, maka priesteraad di ubah menjadi” penghulugerech dan pengadilan apelnya yang di sebut”hof voor mohammedaan shezaken. Dengan penghulugerech maka seorang penghulu berhak memeutuskan sendiri setelah meminta nasehat kepada pendamping sehingga mendekati

pengadilan qhadi, dalam agama islam. Sedang di luar jawa dan madura di bentuk kadigerech dan pengadilan apelnya disebut “operkadigerecht. Pada zaman jepang dengan undang-undang no: 3 tahun 1942, penghulugerecht di sebut kaikyo kootoo hooin.

 

Pada zaman kemerdekaan, untuk jawa dan madura, yang ada pengadilan negrinya di adakan pengadilan agama islam, yang daerahnya sama dengan daerah pengadilan negri itu sendiri, sedang untuk pengadilan bandingnya adalah mahkamah islam tinggi dan untuk daerah jawa madura :

 

1.untuk kalimantan selatan perdilan agama tingkat pertama lazim di sebut “kerapatan qhadi” dan  untuk tingkat banding di sebut “kerapatan qhadi besar”

 

2.di daerah luar jawa lainnya, untuk tingkat pertama di sebut mahkamah syariah dan untuk tingkat banding di sebut mahkamah syariah provinsi.

 

Berdasarkan pasal 2a “peraturan agama islam untuk jawa dan madura adalah mempunyai kekuasaan sebagai berikut :

 

A.perselisihan antara suami dan istri yang beragama islam

B.perkara-perkara tentang

 

-nikah

-thalaq

-ruju

-perceraian antara orang yang beragama islam, yang memerlukan perantara hakim agama islam

 

 

C.menyelenggarakan perceraian

D.menyatakan bahwa syarat bahwa jatuhnya thalaq yang di gantungkan sudah ada

E. perkara mahar

 

Sedang untuk daerah jawa dan madura menurut peraturan pemerintah no.45 tahun 1957, pasal 4 sebagai berikut:

 

1.pengadilan agama memeriksa untuk memutuskan perselisihan antara suami dan istri yang beragama islam dan segala perkara menurut hukum yang hidup di putus menurut hukum agama islam yang berkenaan dengan nikah , thalaq, ruju, fasakh nashaqah, maskawin, tempat kediaman , mut’ah dan sebagainya hadlanah, perkara waris mawaris waqaf , hibah, shadaqah, DLL, yang berhubungan dengan itu.

 

2.pengadilan agama mahkamah syariah tidak berhak memeriksa perkara-perkara yang tersebut dalam ayat 1, kalau perara itu lain dari perkara dalm agama islam

 

Dari uraian di atas , jelas bahwa semenjak berabad-abad betapa pengaruh faraidl/hukum waris menurut islam dalam masyarakat imdonesia khususnya orang-orang yang memeluk agama islam, bahkan di beberapa daerah di luar jawa sebagian besar dari faraidl sudah menjadi hukum adat, di mana hakim harus memutuskan berdasarkan hukum adat itu. Mahkamah agung dalam keputusnya tertanggal 20-9-1960 “menganggap hal yang nyata bahwa di seluruh Indonesia tentang hal warisan pada hakekatnya berlaku hukum adat yqang dalam daerah , dimana pengaruh agama islam sangat kuat, mengandung sedikit banyak unsur-unsur dari hukum islam. Sesuai dengan peraturan yang ada di jawa, nadura dan Kalimantan, di sekitar banjarmasin dalm hal waris yang berwenang adalah pengadilan negri . ini tidak berarti kalau faraidl (setidak-tidaknya sebagiannya) tidak ada orang islam yang melaksanakannya, jika kalau ada perselisihan antara ahli waris yang berhak memberi keputusan adalah peradilan negri dengan memakai hukum adat.

 

Dari beberapa daerah di luar jawa banyak yang hukum adat mengenai waris adalah sebagian besar dari faraidl dalam hukum waris di Indonesia sebagai mana di sebut di atas, sangatlah penting di pelajari oleh sarjana agama dan sarjana hukum khususnya.

 

 

 

 

 

 

 

Biografi

Akhmad jaiz al- qurtubi

Beliau di lahirkan di cirebon tanggal 3 juni 1989 hari kamis malam jum’at, beliau lahir pada waktu shubuh berkumandang membangunkan orang-orang yangsedang tidur dan kemudian beliau lahir dengan berat 4 kg. beliau lahir darikeluara sederhana yang harmonis dengan adat kedesa-desaan dan gaya pesantrennya yang sangat kental sekali di dalam kesehariannya, kendati begitu beliau kurag begitu senang dengan gaya pesantren yang ada pada keluargannya. Beliau sekolah dasar (SD) di sebrang desa yang agak jauh dengan rumah tinggalnya, beliau dalam menempuh sekolahan dasar dengan mengendarai sebuah sepeda yang di belikan oleh ayahnya,ada kejadian yang sangat menykitkan dalam dirinya ketiaka beliau duduk di bangku sekolah dasar,pada waktu itu beliau menaiki sepeda dan menitipkannya di sebuah lorong dimana sepeda beliau jauh sekali dari keramaian kala itu beliau tidak menyadari dengan keusilan teman-temannya yang berencana ingin mengerjai beliau, kemudian teman-teman yang sudah berencana tadi akhirnya sampai pada klimaknya dan sepeda yang di kendarai beliau di ikatnya di sebuah pohon yang sangat tinggi,

 

 

 

 

 


[1] 1.faturahman , kedudukan faraidl di Indonesia

Kompilasi hukum islam,

[2]