BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL

Di ajukan untuk memenuhi tugas makalah terstruktur

Mata Kuliah: Bank dan Lembaga Keuangan Syariah

Dosen: Alvien Septian Haerisma, SEI, MSI

Di susun:

Azkah Apriani (58320118)

Muhamad Haryuda (58320128)

Akhmad jaiz qurtubi  (58320114)

Semester V/ SYARIAH/  MEPI 1

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SYEKH NUR JATI

CIREBON

2010


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………….. i

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………….. 1

  1. LATAR BELAKANG……………………………………………………………………….. 1
  2. RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………………… 2
  3. TUJUAN PENELITIAN……………………………………………………………………. 2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………… 3

  1. PENGERTIAN BANK INDONESIA ATAU BANK SENTRAL…………….. 3
  2. SEJARAH BANK INDONESIA………………………………………………………… 3
  3. TUJUAN, TUGAS, DAN PERAN BANK  INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL                   4
  4. HUBUNGAN BANK INDONESIA DENGAN PEMERINTAH DAN LUAR NEGRI                       6

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………….

  1. KESIMPULAN……………………………………………………………………………….. 8

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….. 9


BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya, semua tersebar diseluruh pulau yang ada di Indonesia. Tentunya itu akan menopang tumbuhnya efektivitas perekonomian  seperti bisnis, dagang dan lain-lain.

Bicara mengenai perekonomian, yakni tertuju kepada usaha (bisnis) yang tidak terlepas dari yang namanya modal (kapital), dengan ini masyarakat bisa berbisnis namun tidak banyak bagi mereka yang memiliki modal, sehingga mereka melakukan peminjaman modal melalui instansi atau lembaga khusus yaitu Bank-bank sebagai lembaga intermediasi antara masyarakat penyimpan dana dengan dunia bisnis yang di wujudkan dalam bentuk penyaluran kredit,

Bank menjadi sorotan penting dalam aktifitas ekonomi, terkait dengan meminjam atau menabung. Jalan yang menjadi pusat dan perhatian masyarakat yaitu pada Bank-bank Umum dan pusat dari Bank Umum tersebut adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dari semua Bank yang ada di Indonesia. Tak begitu banyak dari kalangan masyarakat yang paham betul mengenai Bank Indonesia, yaitu : tugas-tugasnya, perannya dan tujuan didirikan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. I.                    Apa yang di maksud Bank Indonesia?
    2. II.                    Bagaimana awal mula bank Indonesia didirikan?
    3. III.                    Apa tujuan, tugas, dan peranan bank Indonesia?
    4. IV.                    Bagaimana hubungan bank Indonesia dengan pemerintah dan luar negeri
  1. TUJUAN PENELITIA
    1. I.               Untuk mengetahui arti dari bank Indonesia
    2. II.               Untuk memaparkan bagaimana proses didirikannya bank Indonesia.
    3. III.               Untuk mengetahui tujuan, tugas, dan peranan bank Indonesia dalam perekonomian Indonesia.
    4. IV.               Untuk mengetahui hubungan bank indonrsia dengan pemerintah dan luar negeri.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1. PENGERTIAN BANK INDONESIA (BANK SENTRAL)

Menurut Undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan Bank adalah “Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau dalam bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak[1]”.

Bank sentral adalah “Bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan/penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya”. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia[2].

  1. 2. SEJARAH BANK INDONESIA[3]

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda. Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk Bank Pemerintah maupun Bank Swasta Nasional. Pada 1958, pemerintah melakukan nasionalisasi bank milik Belanda mulai dengan Nationale Handelsbank (NHB) selanjutnya pada tahun 1959 yang diubah menjadi Bank Umum Negara (BUNEG kemudian menjadi Bank Bumi Daya) selanjutnya pada 1960 secara berturut-turut Escomptobank menjadi Bank Dagang Negara (BDN) dan Nederlandsche Handelsmaatschappij (NHM) menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) dan kemudian menjadi Bank Expor Impor Indonesia (BEII)[4].

  1. Keadaan sebelum perang dunia II di Indonesia (pada waktu itu Nederland indie) terdapat tiga buah bank, di dalamnya pemerintah mempunyai peranan tertentu.salah satu dari ketiga bank tersebut adalah de javasche bank N.V yang didirikan tanggal 10 oktober 1827, kemudian dinasionalisasikan oleh pemerintah RI pada tanggal 6 desember 1951 dan akhirnya menjadi bank sentral di Indonesia berdasarkan UU No.13 th 1968.
  2. Keadaan perbankan setelah perang dunia  II (1945-1949) Bersamaan dengan tentara jepang, pemerintah belanda berusaha kembali ke Indonesia dengan memboncemg tentara inggris (sekutu) dan terjadilah peramg kemerdekaan melawan penjajahn. Pada akhirnnya terbentuk dua wilayah yakni daerah republik yang di kuasai oleh RI dan daerah federal yang merupakan daerah wilayah RI yang diduduki belanda. Masing-masimg daerah mengalani perkembangan, pada masa itu ada dua bank pemerintah, yakni BNI dan BRI.
  1. 1. TUJUAN, TUGAS, DAN PERAN BANK  INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL[5]:

  1. A. Tujuan Bank Indonesia :

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

  1. B. Tugas Bank Indonesia[6] :
    1. Memindahkan uang baik dengan pemberitahuan secara telegram naupun dengan surat, atau dengan jalan memberikan wesel, penarikan atas saldo kredit yang ada pada koresponden dilakukan scara telegram atau wesel.
    2. Menerima dan membayarkan kembali uang dalam rekening Koran, menjalankan perintah untuk pemindahan uang, menerima pembayaran dari tagihan atas kertas berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga.
    3. Mendiskonto:
      1. Surat wesel dan surat order dengan dua penanggung jawab atau lebih dan dengan masa berlaku yang lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan,
      2. Surat wesel dan kertas dagang yang lain yang tidak lebih lama masa berlakunya kebiasaan dalam perdagangan baik yang ditarik dengan jaminan surat-surat kredit maupun jaminan dokumen pengangkutan,
      3. Kertas perbendaharaan atas beban negara,
      4. Surathutang dengan perlunasan dalam enam bulan dan selama  diskontonya turut bertanggung jawab secara padu,
      5. Surat perintah membayar atas kas negara untuk rendem lelang,
      6. Membeli dan menjual:
        1. Wesel yang akseptasi oleh suatu bank dengan masa berlaku yang tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan,
        2. Kertas perbendaharaan atas beban Negara,
        3. Surat hutang Negara atau surat hutang lainnya yang terdapat dalam suatu bursa efek yang resmi yang bunga dan pelunasannya dijamin oleh Negara,
        4. Memberi jaminan bank atau bank garansi dengan tanggungan yang cukup,
        5. Menyediakan tempat penyimpanan barang-barang berharga.
  1. C. Peran Bank Indonesia Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998,       adalah:
  2. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat, bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro. Fungsi tersebut merupakan fungsi utama bank.
  3. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit. bank memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan terutama untuk usaha-usaha produktif.
  1. 2. HUBUNGAN BANK INDONESIA DENGAN PEMERINTAH DAN LUAR NEGRI.
  1. a. Hubungan Bank Indonesia dengan Pemerintah[7] :

1)      Bertindak sebagai memegang kas pemerintah.

2)      Menyelanggarakan pemindahan uang untuk pemerintah diantara kantor-kantornya di seluruh wilayah RI.

3)      Membantu pemerintah dalam penempatan surat-surat hutang Negara, penataausaahan serta pembayaran kupon dan pelunasanya. Semua tugas tersebut dalam angka 1s\d 3 diatas dilaksanakan oleh bank Indonesia tanpa menggut biaya dari pemerintah.

4)      Memberikan kepada pemerintah kredit dalam rekening koran untuk memperkuat kas Negara, menurut keperluan sebagaimana ditetapkan oleh APBN.

5)      Membantu penepatan Surat Hutang Negara untuk membiyaai anggaran pendapatan dan Belanja Negara yang pengeluaranya diatur dengan atau berdasarkan undang-undang dan dapat membeli sendiri surat-surat hutang negara tersebut.

  1. b. Hubungan Bank Indonesia dengan Luar Negri[8]

1)      Dalam rangka pelaksanaan tugas pokoknya, Bank Indonesia menyusun rencana devisa yang mencerminkan pemeliharaan ekonomi nasional dan mmperlancar usaha pembangunan dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui dewan moneter.

2)      Untuk menjaga dan memelihara posisi likuiditas dan solvabilitas internasional tersebut pada angka 1 diatas:

a)      Bank Indonesia menguasai, mengurus, dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas dan devisa milik negara.

b)      Pemerintah menetapkan syarat-syarat pembayaran berkenaan perjanjian-perjanjian yang mengakibatkan kewajiban pembayaran atas beban cadangan emas dan devisa negara, walaupun dalm batas-batas yang  ditetapkan dalam rencana devisa dengan memperhatikan Bank Indonesia .

c)      Bank Indonesia menatausahakan tagihan dan kewajiban tunai maupun berjangka terhadap luar negeri.

d)      Bank Indonesia mengusahakan pemeliharaan jumlah cadangan minimal emas dan devisa milik negara terhadap kewajiban internasional dalam perbandingan yang diatur dengan undang-undang.

e)      Bank Indonesia dapat menjalankan pekrjaan-pekerjaan dalam bidang pembayaran dengan luar negeri.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Bank Sentral merupakan pengurus bank dari bank. Bank ini menawaran kemudahan dalam urusan diskonto kembali atau memuat pembayaran pendahuluan jangka pendek berdasarkan tanggugan yang di berikan pada pihak bank anggota dan sekaligus menyediakan kredit kepada mereka. Ia menawarkan pada bursa dengan uang tunai dan menjaga kestabilan nilai mata uang di pasaran ia juga mengatur pembelian dan penjualan valuta asimg atau emas yang menjadi pendukung nilai tukar atau mengubah bunga bank untuk membuat perubahan tidak langsung terhadap nilai tukar valuta asing.

DAFTAR PUSTAKA

G.lucket,Dudley.uang dan perbankan,Erlangga,Jakarta,1994.

Kutipan Undang-undang BI RI ,Nomer 23 tahun, 1999.

Kasmir, Dasar-dasar Perbankan, PT Raja Grafindo: Jakarta, 2002.

Heri, Sudarsono, Bank Lembaga Keuangan Syariah (Deskripsi dan Ilustrasi), Ekonisia : Yogyakarta, 2004.

DR. Muslehuddin, Muhammad, Ph.D. Sistem Perbankan Dalam Islam, Rineka Cipta, Jakarta 2004.

H. Sagir, Soeharsono, Kapita Selekta Ekonomi Indonesia, Kencana, Jakarta, cetakan 1 2009.


[1] Heri, Sudarsono, Bank Lembaga Keuangan Syariah (Deskripsi dan Ilustrasi), Ekonisia :         Yogyakarta, 2004. hal 23.

[2] Kutipan Undang-undang BI RI ,Nomer 23 tahun, 1999.

[3] Kasmir, Dasar-dasar Perbankan, PT Raja Grafindo: Jakarta, 2002.

[4] H. Sagir, Soeharsono, Kapita Selekta Ekonomi Indonesia, Kencana, Jakarta, cetakan 1 2009,hal 44

[5] G.lucket,Dudley.uang dan perbankan,Erlangga,Jakarta,1994. H 106

[6] Ibid 109

[7] DR. Muslehuddin, Muhammad, Ph.D. sistem perbankan dalan islam, Rineka Cipta, Jakarta 2004,hal 53

[8] Ibid 57