KHULU

Pengertian khulu

yaitu Talak yang diucapkan isteri dengan mengembalikan mahar yang pernah dibayarkan suaminya.

Hukum Khulu : Wajib, sunah makruh, mubah.

Syarat khulu yaitu :

v  Seorang istri boleh meminta kepada suaminya untuk melakukan khulu jika tampak adanya bahaya yang mengancam dan ia merasa takut tidak akan menegakan hukumnya.

v  Khulu itu hendaknya dilakukan sampai selesai tanpa dibarengi dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh suami.

v  Khulu berasal dari pihak isteri dan bukan dari pihak suami.

Waktu Khulu :

  1. Perlakuan menyakitkan yang biasa diterima isteri.
  2. Tidak dipenuhi kewajiban-kewajiban dalam perkawinan.
  3. Sakit ingatan.
  4. Ketidakmampuan.
  5. pindah tempat tinggal tanpa sepengatahuan isteri.

LI’AN

Pengertian Lian

Perkataan suami yang menuduh isterinya telah berbuat zina. Misalkan “Saya bersaks kepada Allah bahwa saya benar terhadap tuduhan saya kepad isteri saya bahwa dia telah berzina.”

Akibat dan hukumnya :

  1. Dia tidak disiksa (didera).
  2. Si isteri wajib disiksa (didera) dengan siksaan zina.
  3. Suami isteri berceraai selama-lamanya.
  4. Kalau ada anak, anak itu diakui oleh suami.

IDDAH

Pengertian Iddah

Masa waktu menunggu bagi istri yang di tinggal suaminya baik di talak, fasakh ataupun di tinggal mati.

  • Hukum :
  • Wajib bagi istri yang sudah dijima.
  • Tidak wajib bagi istri yang belum dijima.
  • Sebab Wajib: thalaq, fasakh, ditinggal mati.
  • Macam-macam :
  1. Iddah wanita yang masih haid ; tiga kali suci dari haid
  2. Iddah wanita yang telah lewat masa haidnya; tiga bulan
  3. Idddah wanita yang kematian suami; empat bulan sepuluh hari
  4. Iddah wanita hamil; sampai melahirkan
  5. Tak ada iddah lagi bagi wanita yang menikah tapi belum dicampuri
  • Hikmah Iddah: mengetahui kekosongan janin di dalam rahim.

RUJUK

Pengertian rujuk

Menurut bahasa : berarti kembali.

Menurut Istilah : Mengembalikan istreri yang telah diceraikan pada pernikahan yang asal sebelumnya diceraikan.

  • Hukum Rujuk :
  1. Haram, apabila rujuknya itu menyakiti isteri.
  2. Makruh, jika perceraiaan itu lebih baik dan berfaedah bagi keduanya.
  3. Jaiz (boleh), hokum rujuk yang asli.
  4. Sunah, jika dengan rujuk itu suami bermaksud untuk memperbaiki keadaan isterinya, atau lebih berfaedah.
  • Rukun Rujuk :
  1. Isteri, keadaan isteri disyaratkan: Sudah dicampuri, isteri yang tertentu, talak raji, pada waktu iddah.
  2. Suami atas kehendak sendiri bukan paksaan.
  3. Saksi. Dalam hal ini para jumhur ulama berbeda pendapat, ada yang wajib menjadi rukun ada pula yang mengatakan sunah.
  4. Sighat (lafaz) : dengan terang-terangan ataupun melalui sindiran.

NASAB DAN KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK

Pengertian Nasab

Keturunan/ anak yang lahir dari hubungan suami isteri. Merupakan suatu kewajiban orang tuanya terhadap anakya seperti dalam hal makanan, pakaian, dan kediaman karena adanya anak yang lahir karena hubungan mereka (nasab).

HADHANAH

Pengertian Hadhonah

yaitu melakukan pemeliharaan anak-anak yang masih kecil baik laki-laki maupun perempuan atau yang sudah besar tetapi belum mumayiz.

  • Kedudukan hadhanah : Merupakan hak bagi anak-anak yang masih kecil.

Kewajiban orang tua untuk mengasuhnya.

  • Waktu hadhanah : (masa berlakunya)

Khanafi : 7 tahun laki-laki dan 9 tahun perempuan.

Syafi’I : 7 tahun atau 8 tahun baik laki-laki ataupun perempuan.

Maliki : Perempuan sampai menikah, laki-laki sampai baligh.

  • Syarat-syarat hadhanah: Berakal, merdeka beragama Islam, amanah, iffah, sepi dari suami, bermuqmin.
    • Yang berhak dalam hadhanah:
  1. Ibu yang belum menikah dengan laki-laki lain.
  2. ibu dari ibu keatas.
  3. Bapak.
  4. Ibu dari bapak.
  5. Saudara dari perempuan.
  6. Bibi (tante).
  7. Anak perempuan.
  8. Anak perempuam dari saudara laki-laki
  9. Saudara perempuan dari bapak.

RESUME

Fiqh Munakahat

Diajukan untuk memenuhi tugas Mandiri

Mata kuliah    : Fiqh Munakahat

Disusun oleh:

  1. Akhmad Jaiz Qurtubi (58320114)

Muamalat Ekonomi Perbankan Islam (MEPI) I/Semester V

IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Jl. Perjuangan By Pass Telp (0231) 480262 Fax (0231) 481264

2010